Selasa, 01 Januari 2013

Tidak untuk di Nilai tapi untuk jadi Koreksi Hati



how many seconds ago
saya pernah membaca sebuah artikel seorang gadis yang dengan kesederhanaanya,dengan lugunya yang mungkin saat itu aku lihat ....

dengan kesederhanaanya saat itu seakan-akan mengahruskan mata untuk slalu membaca artikel-artikelnya
tentang ketidak peduliannya dengan indahnya sesuatu yang di luar sana,
Di suatu detik beberapa bulan yang lalu dia menulis banyak di artikelnya  "hadiah dari ayah" , "kata ayah kalau menggunakan sesuatu yang biasa saja,karena TUHAN melihat dari hatinya" , "tidak ...!!! sampai semua sah terlaksana" , "saya lebih suka suka pake jam tangan dari pada jam dinding" , dan banyak yang lainnya.
di situ lebih terlihat dengan kesederhanaannya dia begitu luar biasa.

akan tetapi saat terlihat di artikelnya yang berjudul "hadiah dari ayah" yang sekan-akan semua orang harus tau hadiah itu,aku tercengang,mungkin gag hanya aku dan mereka semua mungkin juga akan tercengang dan lagi apakan yang saya celetuskan sama dengan celetusan lainnya ..... ????

dan sekarangpun dia seakan tak ingat lagi dengan kata ayahnya yang di ucapakan ke gadis itu tentang "kalau menggunakan sesuatu yang biasa saja,karena TUHAN melihat dari hatinya" dulu yang seakan dia tak menghiraukan sesuatu yang diluar sana,dimana orang yang diluar sana melipat lengan bajunya diapun sekarang juga,dimana orang yang diluar sana melebarkan sakunya diapun juga .....

"maaf saya tidak bisa sampai semua sah terlaksana" kata itu yang di ucapkan kepada temannya saat temannya itu entah mengajaknya kemana dan bersama siapa pada sebuah artikelnya,dan itu membuat hati saya merinding saat membacanya.karena saya pikir betapa berpegang teguhlah dia pada pendiriannya.
tapi kemerindingankupun sekarang berubah jadi entan apa tak bisa di ucapkan.acap kali saya melihat di artikelnya dia malahan entah besama siapa tanpa temannya itu keluar saat semua belum sah terlaksana,dan yang mencengangkan lagi dia seakan lupa dengan kata-katanya pada temannya "tidak bisa sampai semua sah terlaksana" dari artikel itu saya tiba-tiba berkata "eh kmana ucapanmu yang dulu itu .... ???? "


dan lagi dia terlihat suka pake jam tangan persis yang di tulis di artikenya "saya lebih suka suka pake jam tangan dari pada jam dinding" sekarang tidak lagi,bahkan dia yang suka ribet melihat orang lain memasang jam dinding sekarnag diapun mengikutinya :)
banyak lagi di artikel-artikelnya yang mungkin bisa di jadikan pelajaran :)


# life is colorful,Tidak untuk di Nilai tapi untuk jadi Koreksi Hati :) ,
beginilah warna warni dunia :)