Jumat, 14 Desember 2012

Sandiwara Cinta




Aku tahu ini semua tak adil
Aku tahu ini sudah terjadi
Mau bilang apa aku pun tak sanggup
Air mata pun tak lagi mau menetes
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Alasannya seringkali ku dengar
Alasannya seringkali kau ucap
Kau dengannya seakan ku tak tahu
Sandiwara apa yang telah kau lakukan kepadaku

Jujurlah sayang aku tak mengapa
Biar semua jelas telah berbeda
Jika nanti aku yang harus pergi
Ku terima walau sakit hati

Mungkin ini jalan yang engkau mau
Mungkin ini jalan yang kau inginkan
Kau dengannya seakan ku tak tahu
Sandiwara apa, ceritanya apa, aku tahu

Jujurlah sayang aku tak mengapa
Biar semua jelas telah berbeda
Jika nanti aku yang harus pergi
Ku terima walau sakit hati

Jujurlah sayang aku tak mengapa
Biar semua jelas telah berbeda
Jika nanti aku yang harus pergi
Ku terima walau sakit hati
Ku terima walau sakit hati

Minggu, 09 Desember 2012

intropeksi diri




♥ Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain, iri hati hanya membuat jiwamu gelisah, jadilah diri sendiri.

♥ Belajarlah mencintai dirimu sendiri hingga kamu mampu menyadari bahwa kamu adalah pribadi berbeda yang membuatmu begitu istimewa.

♥ Sesulit apapun masalah yang kita hadapi, ia harus diselesaikan, bukan dihindari.
♥ Seseorang tak akan pernah bisa mencintai Anda dengan tulus dan apa adanya, jika Anda selalu menyembunyikan kekurangan Anda darinya.

♥ Ketika kamu merasa pendapatmu tak didengar, ketahuilah bahwa kamu tengah belajar tentang cara menghargai.
♥ Sibuk mencari kesalahan orang lain tidak akan membuat kita lebih baik darinya, membenahi diri sendiri adalah kunci untuk Menjadi Lebih Baikj.
 

Jumat, 16 November 2012

Jab Tak Hai Jaan

 

"JAB TAK HAIJAAN" berbulan-bulan kita dibuatnya menerka-nerka dan berspekulasi tentang film terbaru SRK, akhirnya Yash Raj film resmi melauching film yang berjudul "JAB TAK HAIJAAN" oleh aktor kondang bollywood, siapa lagi kalau bukan SRK aka. Shahrukh Khan dan bintang cantik Katrina Kaif serta tak ketinggalan teman duet SRK dalam filem Rab Ne Banna De Joddi Anushka Sharma. Film ini dijadwalkan akan rilis pada tanggal 13 November 2012 di India [gak tau juga kalo di Indonesia kapan….Hehehe :) 

Dalam Film ini juga akan ambil bagian di dalamnya sepasang musisi handal yang banyak memenangkan penghargaan di bollywood yaitu AR Rahman dan Gulzar, duet maut ini didalangi oleh sang sutradara Yash Chopra, beliau kembali mensutradarai film setelah vakum di dunia perfilman selama 8 Tahun, film terakhir beliau berjudul Veer-Zaara yang dirilis pada pada tahun 2004. 

Film ini merupakan film pertama duat antara SRK Katrina kaif dan kolaborasi kedua antara SRK dan Anuskha Sharma. Kalo melihat dari video Trailer yang ada di Youtube film ini menceritakan tentang cinta segita antara SRK, Kaif dan Sharma. Dan di film ini juga SRK memerankan dua karakter yang berbeda, pertama pemuda berusia 20an sedangkan yang kedua menjadi seorang perwira militer yang lebih matang.




Jumat, 09 November 2012

Yang Sulit diUngkapkan Wanita





Ketika seorang wanita berbicara denganmu sambil menatapmu, secara tidak langsung dia ingin mengatakan kepadamu bahwa dia ingin memasuki kehidupanmu dan ada di hari2mu.

Ketika seorang wanita tidak bosan2nya mengingatkanmu untuk makan, mengingatkanmu untuk hal2 yang menurutmu sepele dia tidak sedang berusaha menjadi ibu yang
ingin selalu mengaturmu, dia hanya ingin

memberimu perhatian.

Ketika seorang wanita mulai jengkel saat kamu terlalu asik dengan hobi atau dengan teman2mu dia tidak sedang menjadi seorang yang egois, dia hanya ingin sedikit perhatian darimu.

Ketika seorang wanita mulai marah2 tanpa sebab dan berbicara tidak karuan dia sedang menginginkan sesuatu tetapi tidak tahu bagaimana cara mengatakannya kepadamu.

Ketika seorang wanita mulai berteman dekat dengan teman2mu dia tidak sedang berniat ingin tahu dan mencampuri urusanmu, dia hanya ingin mengenal lingkunganmu dan ingin merasa diterima oleh teman2mu.

Ketika seorang wanita mulai dekat dengan pria lain dan dia secara terang-terangan memberitahumu dia tidak sepenuhnya ingin meninggalkan atau melupakanmu. Dia hanya sedang mencari sosok dirimu dalam diri orang lain. Dan sebenarnya dia hanya ingin kamu merasa sedikit cemburu.

Ketika seorang wanita ingin kamu melakukan sesuatu untuknya dan menyuruhmu berjanji untuknya dia ingin melihat kesungguhanmu untuk benar2 menepati janjimu, bukan orang lain, bahkan bila orang lain bisa memberikan yang lebih darimu.

Ketika seorang wanita menertawakan kesalahan atau kekonyolanmu, dia tidak sedang menertawakan kebodohanmu, dia hanya mencoba mengenal dan melihat sisi lain dari dirimu, dan mencoba menerima kekuranganmu.

Ketika seorang wanita melihat seseorang yang disayanginya sedang berjuang meraih sesuatu dia sebenarnya tidak akan hanya diam. Dia mengkhawatirkan keadaanmu. Dia berusaha menjadi penyemangatmu, membangunkanmu terlalu pagi, dan tidak pernah berhenti berdoa untuk keberhasilanmu.

Ketika wanita sedang menghadapi masalah dan yang bisa dia lakukan hanyalah diam yang dia butuhkan sebenarnya bukan kata2 penghibur darimu. Yang benar2 dia inginkan hanyalah kamu ada bersamanya dan menemaninya di sampingnya.

Minggu, 04 November 2012

Kekasih Hatiku




Aku masih ingat hari pertama kita bertemu
Kita terlalu malu untuk berkata satu sama lain
Ini lucu, untuk berpikir kembali ke saat itu
Karena, sekarang kita bersama menjalani bola kehidupan!

Mereka berkata bahwa cinta sejati jarang terjadi

Sebuah pepatah yang aku yakini benar adanya,
 Cinta sejati adalah sesuatu yang sangat ku hargai
Aku begitu beruntung bisa bertemu denganmu.

Ikatan kita sangat spesial

Hal unik dengan caranya sendiri terjadi seperti itu
Kita memiliki sesuatu tak tergantikan
Aku mencintaimu lebih dan lebih setiap hari.

Kita telah melewati banyak hal bersama

Dalam waktu begitu singkat kita telah berbagi
Aku tidak akan pernah lupa semua momen
bahwa Kamu telah menunjukkan betapa kamu begitu peduli.
 
Kekasih selamanya
Terutama ikatan yang kita  memiliki
aku suka kepribadianmu sangat menyenangkan
Entah bagaimana kau tidak pernah gagal untuk mengesankan.

Mungkin, jika di dunia ini banyak orang sepertimu

tentu akan menjadi tempat yang lebih baik
Aku mencintai segalanya tentangmu
Kamu adalah seseorang yang tidak pernah bisa tergantikan.

Kamu selalu ada untukku

Ketika semangatku perlu diangkat sedikit
Aku tidak bisa, cukup berterima kasih untuk itu
Kamu benar-benar hadiah yang luar biasa.

Kamu adalah segalanya bagiku, dan lebih

Aku tidak pernah bisa menyatakan bahwa sudah cukup
Hidup adalah suatu perjalanan yang berbahaya, dan
Tanpa kamu, ini akan lebih sulit.

Cerita kita akan terus tumbuh

Dengan setiap hari terlewati
Karena aku percaya bahwa dengan kamu di sisiku
Semuanya akan selalu Oke..

Kamu sangat berharga bagiku

Kau tahu, aku akan mencintaimu sampai akhir
Aku akan selalu ada untukmu, dan
Kamu akan selalu (dan selamanya) menjadi kekasih hatiku 

Senin, 29 Oktober 2012

Ketika Derita Mengabadikan Cinta


Marilah kita simak pengalaman romantis Mamduh Hasan, seorang putra bangsawan Mesir kaya-raya, yang jatuh hati kepada seorang gadis dari kalangan rakyat jelata. Mirip dongeng Cinderalla? Tidak. Bedanya jauh! Untuk jelasnya, mari kita simak kisahnya, sebagaimana yang termaktub di buku Habiburrahman El Shirazy, Di Atas Sajadah Cinta (hlm. 40-53):

Di [tempat] kuliah [fakultas kedokteran], saya jatuh cinta pada teman kuliah. Seorang gadis yang penuh pesona lahir batin. Saya tertarik dengan kesederhanaan, kesahajaan, dan kemuliaan akhlaknya. Dari keteduhan wajahnya, saya menangkap dalam relung hatinya tersimpan kesetiaan dan kelembutan tiada tara. Kecantikan dan kecerdasannya sangat menakjubkan. Ia gadis yang beradab dan berprestasi, sama seperti saya.

Gayung pun bersambut. Dia ternyata juga mencintai saya. Saya merasa telah menemukan pasangan hidup yang tepat. Kami berjanji untuk menempatkan cinta ini dalam ikatan suci yang diridhai Allah, yaitu ikatan pernikahan.

Akhirnya, kami berdua lulus dengan nilai tertinggi di fakultas. Maka datanglah saatnya untuk mewujudkan impian kami berdua menjadi kenyataan. Kami ingin memadu cinta penuh bahagia di jalan yang lurus.

Saya buka keinginan untuk melamar dan menikahi gadis pujaan hati pada keluarga. Saya ajak dia berkunjung ke rumah. Ayah, ibu, dan saudara-saudara saya semuanya takjub dengan kecantikan, kelembutan, dan kecerdasannya. Ibu saya memuji cita rasanya dalam memilih warna pakaian serta tutur bahasanya yang halus.

Usai kunjungan itu, ayah bertanya tentang pekerjaan ayahnya. Begitu saya beritahu, serta merta meledaklah badai kemarahan ayah dan langsung membanting gelas yang ada di dekatnya. Bahkan, beliau mengultimatum: pernikahan ini tidak boleh terjadi selamanya! Beliau menegaskan bahwa selama beliau masih hidup, rencana pernikahan dengan gadis berakhlak mulia itu tidak boleh terjadi. Pembuluh otak saya nyaris pecah pada saat itu menahan remuk redam kepedihan batin yang tak terkira.

Apakah Anda tahu sebabnya? Kenapa ayah saya berlaku sedemikian sadis? Sebabnya, karena ayah calon istri saya itu adalah tukang cukur...tukang cukur, ya sekali lagi...tukang cukur!

Saya katakan [pekerjaannya itu] dengan bangga. Karena, meski hanya tukang cukur, dia seorang lelaki sejati. Seorang pekerja keras yang telah menunaikan kewajibannya dengan baik pada keluarganya. Dia telah mengukir satu prestasi yang tak banyak dilakukan para bangsawan “Pasha”. Lewat tangannya, ia lahirkan tiga orang dokter, seorang insinyur, dan seorang letnan, meskipun dia sama sekali tidak mengecap bangku pendidikan.

Ibu, saudara, dan semua keluarga berpihak pada ayah. Saya berdiri sendiri, tak ada yang membela. ... Dan dengan menyebut asma Allah, saya putuskan untuk membela cinta dan hidup saya. Saya ingin buktikan pada siapa saja, bahwa cara dan pasangan bercinta pilihan saya adalah benar. Saya tidak ingin apa-apa selain menikah dan hidup baik-baik sesuai dengan tuntunan suci yang saya yakini kebenarannya. Itu saja.

Saya bawa kaki ini melangkah ke rumah kasih dan saya temui ayahnya. Dengan penuh kejujuran, saya jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dengan harapan beliau berlaku bijak merestui rencana saya.

Namun, la haula wala quwwata illa billah, saya dikejutkan oleh sikap beliau setelah mengetahui penolakan keluarga saya. Beliau pun menolak mentah-mentah untuk mengawinkan putrinya dengan saya. Bahkan, juga bersumpah tidak akan merestui hal itu selamanya, demi kehormatan keluarganya. Dia tidak rela keluarganya menjadi bahan ejekan dan hinaan kalangan “Pasha”.

Namun putrinya bersikeras ingin menikah dengan saya dan tidak akan menikah kecuali dengan saya. Ternyata beliau menjawabnya dengan reaksi lebih keras. Beliau tidak menganggapnya sebagai anak jika tetap nekad menikah dengan saya.

Kami berdua bingung. Jiwa kami tersiksa. Keluarga saya menolak pernikahan ini terjadi karena alasan status sosial, sedangkan keluarga dia menolak karena alasan membela kehormatan. Berhari-hari saya dan dia hidup berlinang airmata, beratap, dan bertanya kenapa orang-orang itu tidak memiliki kesejukan cinta?

Setelah berpikir panjang, akhirnya saya putuskan untuk mengakhiri penderitaan ini. Suatu hari, saya ajak gadis yang saya cintai itu ke kantor ma‘dzun syari (petugas pencatat nikah) disertai tiga orang sahabat karib saya. Kami berikan identitas kami dan kami minta ma’dzun untuk melaksanakan akad nikah kami secara syar’i mengikuti madzhab Imam Hanafi.

Ketika ma’dzun menuntun saya, “Mamduh, ucapkanlah kalimat ini: Saya terima nikah kamu sesuai dengan sunnatullah wa rasulihi dan dengan mahar yang kita sepakati bersama serta dengan memakai madzhab Imam Abu Hanifah,” seketika itu bercucuranlah airmata saya, airmata dia, dan airmata ketiga sahabat saya yang tahu persis detail perjalanan menuju akad nikah ini.

Kami keluar dari kantor itu resmi sebagai suami-istri yang sah di mata Allah Swt. dan manusia. Kami punya legalitas sebagai suami-istri yang diakui negara dan diakui syariat. Kami telah bertekad siap menghadapi kemungkinan hidup ini murni dengan kekuatan kami, tanpa sandaran dan dukungan siapa pun, kecuali pertolongan Allah Swt. Saya bisikkan dalam telinga istri saya agar menyiapkan kesabaran lebih, sebab rasanya penderitaan ini belum berakhir.

Seperti yang saya duga, penderitaan itu belum berakhir. Akad nikah kami membuat murka keluarga. Prahara kehidupan menanti di depan mata. Begitu mencium [kabar] pernikahan kami, saya diusir oleh ayah dari rumah. Mobil dan segala fasilitas yang ada disita.

Saya pergi dari rumah tanpa membawa apa-apa. Kecuali tas kumal berisi beberapa potong pakaian dan uang sebanyak hanya empat pound saja! Itulah sisa uang yang saya miliki sehabis membayar ongkos akad nikah di kantor ma’dzun. Begitu pula dengan istri saya. Ia pun diusir oleh keluarga saya. Lebih tragis, ia hanya membawa tas kecil berisi pakaian dan uang sebanyak dua pound, tak lebih. Total kami hanya pegang uang enam pound atau dua dolar. Ah, apa yang bisa kami lakukan dengan enam pound.

Kami berdua bertemu di jalan layaknya gelandangan. Saat itu adalah bulan Februari, tepat pada puncak musim dingin. Kami menggigil. Rasa cemas, takut, sedih, dan sengsara campur aduk menjadi satu. Hanya saja saat mata kami yang berkaca-kaca bertatapan penuh cinta dan jiwa menyatu dalam dekapan kasih sayang, rasa berdaya dan hidup menjalari sukma kami....

Malam semakin larut dan hawa dingin semakin menggigit. Kami duduk di emperan toko berdua sebagai gembel yang tidak punya apa-apa.

Dalam kebekuan, otak kami terus berputar mencari jalan keluar. Tidak mungkin kami tidur di emperan toko itu. Jalan keluar itu pun datang jua.

Dengan sisa uang enam pound itu, kami bisa meminjam telpon di sebuah toko dua puluh empat jam. Saya berhasil menghubungi seorang teman yang bisa memberi pinjaman sebanyak 50 pound. Ia bahkan mengantarkan kami dengan mobilnya mencarikan lokandat (losmen) ala kadarnya yang murah.

Saat kami berteduh dalam kamar sederhana, segeralah kami disadarkan kembali bahwa kami berada di lembah kehidupan yang susah. Kami harus mengarunginya berdua dan tidak ada yang menolong kecuali cinta, kasih sayang, dan perjuangan keras kami berdua serta rahmat Allah Swt.

Kami hidup dalam lokandat itu beberapa hari, sampai teman kami berhasil menemukan rumah kontrakan sederhana di daerah kumuh Syubra Khaimah.

Bagi kaum aristokrat, rumah kontrakan kami mungkin dipandang sepantasnya adalah untuk kandang binatang kesayangan mereka. Bahkan, rumah binatang kesayangan mereka mungkin lebih bagus dari rumah kontrakan kami. Namun, bagi kami, ini adalah hadiah dari langit.

Apa pun bentuk rumah itu, jika seorang gelandangan tanpa rumah menemukan tempat berteduh, ia bagai mendapatkan hadiah agung dari langit. Kebetulan yang punya rumah sedang membutuhkan uang, sehingga dia menerima akad sewa tanpa uang jaminan dan uang administrasi lainnya. Jadi, sewanya tak lebih dari 25 pound saja untuk tiga bulan.

Betapa bahagianya kami saat itu, segera kami pindah ke sana. Lalu kami membeli perkakas rumah untuk pertama kalinya. Tak lebih dari sebuah kasur kasar dari kapas, dua bantal, satu meja kayu kecil, dua kursi, dan satu kompor gas sederhana sekali, dan dua cangkir dari tanah, itu saja tak lebih....

Melalui penghayatan cinta ini, kami menemukan jalan-jalan lurus mendekatkan diri kepada-Nya. Istri saya jadi rajin membaca Al-Quran, lalu memakai jilbab, dan tiada putus shalat malam. Di awal malam, ia menjelma menjadi putri raja yang cantik menggairahkan. Di akhir malam, ia menjelma menjadi Rabiah Adawiyah yang larut dalam samudera munajat kepada Tuhan. Pada waktu siang, dia adalah dokter yang penuh pengabdian dan belas kasihan...

Tetangga-tetangga kami yang sederhana sangat mencintai kami, dan kami pun mencintai mereka. Mereka merasa kasihan melihat kemelaratan dan derita hidup kami, padahal kami berdua adalah dokter. Sampai-sampai, ada yang bilang tanpa disengaja, “Ah, kami kita para dokter itu pasti kaya semua. Ternyata ada juga ya yang melarat sengsara seperti Mamduh dan istrinya.”

Akrabnya persaudaraan kami dengan para tentangga banyak mengurangi nestapa kami. Beberapa kali tetangga kami menawarkan bantuan-bantuan kecil layaknya saudara sendiri. Ada yang menawari istri agar menitipkan saja cuciannya pada mesin cuci mereka. Karena kami memang dokter yang sibuk. Ada yang membelikan kebutuhan dapur. Ada yang membantu membersihkan rumah. Saya sangat terkesan dengan pertolongan-pertolongan itu. Kehangatan tetangga itu seolah pengganti kasarnya perlakuan yang kami terima dari keluarga kami sendiri. Keluarga kami bahkan tidak terpanggil sama sekali untuk mencari dan mengunjungi kami....

Beberapa bulan setelah itu, datanglah saatnya masa wajib militer. Selama satu tahun penuh, saya menjalani wajib militer. Inilah masa yang sangat saya takutkan. Tidak ada pemasukan sama sekali yang saya terima, kecuali 6 pound setiap bulan. Dan saya mesti berpisah dengan belahan jiwa yang sangat saya cintai.

Nyaris selama satu tahun, saya tidak bisa tidur karena memikirkan keselamatan istri tersinta. Tetapi Allah tidak melupakan kami. Dialah yang menjaga keselamatan hamba-hamba-Nya yang beriman. Istri saya hidup selamat, bahkan dia mendapat kesempatan magang di sebuah klinik kesehatan dekat rumah kami. Jadi, selama satu tahun ini, dia hidup berkecukupan dengan rahmat Allah.

Selesai wajib militer, saya langsung menumpahkan segenap rasa rindu pada kekasih hati. Saat itu adalah musim semi. Musim cinta dan keindahan. Malam itu saya tatap matanya yang indah, wajahnya yang putih bersih. Ia tersenyum manis. Saya reguk segala cintanya.

Saya teringat puisi seorang penyair Palestina yang memimpikan hidup bahagia dengan pendamping setia dan lepas dari belenggu derita.... Yah, saya pun memimpikan yang demikian. Ingin rasanya istirahat dari nestapa dan derita. Saya utarakan mimpi itu pada istri tercinta.

Namun, dia ternyata punya pandangan lain. Dia malah bersikeras untuk masuk program magister bersama. Gila! Ide gila! Pikir saya saat itu.

Bagaimana tidak. Ini adalah saat yang paling tepat untuk pergi meninggalkan Mesir dan mencari pekerjaan sebagai dokter di negara teluk, demi menjauhi permusuhan keluarga yang tak berperasaan. Tetapi istri saya malah berpikir untuk meraih magister.

Saya bujuk dia untuk mengurungkan niatnya. Tapi dia tetap bersikukuh untuk meraih magister, dan menjawab dengan logika yang tak kuasa saya tolak:

“Kita berdua paling berprestasi dalam angkatan dan mendapat tawaran dari fakultas sehingga akan mendapatkan keringanan biaya. Kita harus sabar sebentar menahan derita untuk meraih keabadian cinta dalam kebahagiaan. Kita sudah kepalang basah menderita. Kenapa tidak sekalian kita teguk sumsum penderitaan ini, kita sempurnakan prestasi akademis kita, dan kita wujudkan mimpi indah kita.”

Ia begitu tegas. Matanya yang indah tidak membiaskan keraguan atau ketakutan sama sekali. Berhadapan dengan tekad membaja istri saya, hati saya pun luruh. Saya penuhi ajakannya dengan perasaan takjub akan kesabaran dan kekuatan jiwanya.

Jadilah kami berdua masuk program magister. Dan mulailah kami memasuki hidup baru yang lebih menderita. Pemasukan pas-pasan sementara kebutuhan kuliah luar biasa banyaknya, dana untuk praktek, buku, dll.

Nyaris kami hidup laksana kaum sufi. Makan hanya dengan roti isy dan air. Hari-hari yang kami lalui lebih berat dari hari-hari awal pernikahan kami. Malam-malam kami lalui bersama dengan perut lapar. Teman setia kami adalah air kran.

Ya, air kran. Masih terekam dalam memori saya, bagaimana kami belajar bersama pada suatu malam sampai didera rasa lapar tak terperikan, kami obati dengan air. Yang terjadi, kami malah muntah-muntah. Terpaksa uang untuk beli buku kami ambil untuk beli pengganjal perut.

Siang hari, jangan tanya, kami terpaksa puasa. Dari keterpaksaan itu, terjelmalah kebiasaan dan keikhlasan.

Meski demikian melaratnya, kami merasa bahagia. Kami tidak pernah menyesal atau mengeluh sedikit pun. Tidak pernah saya melihat istri saya mengeluh, menangis, sedih, atau pun marah karena suatu sebab.

Kalau pun dia menangis, itu bukan karena menyesali nasinya, tetapi dia lebih merasa kasihan pada saya. Dia kasihan melihat keadaan saya yang asalnya terbiasa hidup mewah dengan selera high class tiba-tiba harus hidup sengsara layaknya gelandangan.

Dan sebaliknya, saya pun merasa kasihan melihat keadaan dia. Dia yang asalnya hidup nyaman dan makmur dengan keluarganya harus hidup menderita di rumah kontrakan yang kumuh dan makan ala kadarnya.

Timbal balik perasaan ini ternyata menciptakan suasana mawaddah yang luar biasa kuatnya dalam diri kami. Saya tidak bisa lagi melukiskan rasa sayang, penghormatan, dan cinta yang mendalam padanya.

Setiap kali saya mengangkat kepala dari buku, yang tampak di depan saya adalah wajah istri saya yang lagi serius belajar. Saya tatap wajahnya dalam-dalam. Saya kagum pada bidadari saya itu. Merasa diperhatikan, dia akan mengangkat pandangannya dari buku, dan menatap saya penuh cinta dengan senyumnya yang khas.

Jika sudah demikian, penderitaan ini terlupakan semua. Rasanya, kamilah orang yang paling berbahagia di dunia. “Allah menyertai orang-orang yang sabar, Sayang,” bisiknya mesra sambil tersenyum. Lalu kami teruskan belajar dengan semangat membara.

Allah Maha Penyayang. Usaha kami tidak sia-sia. Kami berdua meraih gelar magister dengan waktu yang tercepat di Mesir. Hanya dua tahun saja.

Namun, kami belum keluar dari derita. Setelah meraih magister pun, kami masih mengecap hidup susah, tidur di atas kasur tipis, dan tak ada istilah makan enak dalam hidup kami. Sampai akhirnya, rahmat Allah datang jua.

Setelah usaha keras, kami berhasil meneken kontrak kerja di sebuah rumah sakit di Kuwait. Dan untuk pertama kalinya, setelah lima tahun berselimut derita dan duka, kami mengenal hidup layak dan tenang. Kami hidup di rumah yang mewah. Kami rasakan kembali tidur di atas kasur empuk. Kami kenal kembali makanan lezat setelah kami tinggal sekian tahun.

Dua tahun setelah itu, kami pun dapat membeli villa berlantai dua di Heliopolis, Cairo. Sebenarnya, saya rindu untuk kembali ke Mesir setelah memiliki rumah yang layak. Tetapi istri saya memang “edan”. Ia kembali mengelurkan ide gila, yaitu ide untuk melanjutkan [studi ke] program doktor spesialis di London, juga dengan logika yang susah saya tolak:

“Kita dokter yang berprestasi. Hari-hari penuh derita telah kita lalui dan kita kini memiliki uang yang cukup untuk mengambil [program] doktor di London. Setelah bertahun-tahun kita hidup di lorong kumuh, tak ada salahnya kita raih sekalian jenjang akademis tertinggi sambil merasakan hidup di negara maju. Apalagi pihak rumah sakit telah menyiapkan dana tambahan.”

Saya cium kening istri saya. Bismillah kita ke London. Singkatnya, dengan rahmat Allah, kami berdua berhasil menggondol gelar doktor dari London. Saya spesialis syaraf, dan istri saya spesialis jantung.

Setelah memperoleh gelar doktor spesialis, kami meneken kontrak kerja baru di Kuwait dengan gaji luar biasa besarnya. Bahkan, saya diangkat sebagai dokter ahli sekaligus direktur rumah sakitnya, dan istri saya sebagai wakilnya. Kami juga mengajar di Universitas.

Kami pun dikaruniai seorang putri yang cantik dan cerdas. Saya namai dia dengan nama istri terkasih, belahan jiwa yang menemani saya dalam suka dan duka, yang tiada henti mengilhamkan kebajikan-kebajikan.

Lima tahun setelah itu, kami kembali ke Cairo setelah sebelumnya menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kami kembali laksana seorang raja dan permaisurinya yang pulang dari lawatan keliling dunia.

Kini kami hidup bahagia, penuh cinta, dan kedamaian setelah lebih dari sembilan tahun hidup menderita, melarat, dan sengsara. Mengenang masa lalu, maka bertambahlah rasa syukur kami pada Allah Swt. dan bertambahlah rasa cinta kami. Ini cerita nyata yang ingin saya sampaikan sebagai nasihat hidup.


sumber : http://kisahcantik.blogspot.com

Selasa, 23 Oktober 2012

Dengarlah BIntang Hatiku



Dengarlah bintang hatiku aku akan menjagamu
Dalam hidup dan matiku hanya kaulah yang ku tuju
Dan teringat janjiku padamu suatu hari pasti akan ku tepati

Aku akan menjagamu semampu dan sebisaku

Walau ku tahu ragamu tak utuh
Ku terima kekuranganmu dan ku tak akan mengeluh
Karena bagiku engkaulah nyawaku

Aku akan menjagamu semampu dan sebisaku
Walau ku tahu ragamu tak utuh
Ku terima kekuranganmu dan ku tak akan mengeluh
Karena bagiku engkaulah nyawaku

Aku akan menjagamu semampu dan sebisaku
Walau ku tahu ragamu tak utuh
Ku terima kekuranganmu dan ku tak akan mengeluh
Karena bagiku engkaulah nyawaku

Aku akan menjagamu semampu dan sebisaku
Walau ku tahu ragamu tak utuh
Ku terima kekuranganmu dan ku tak akan mengeluh
Karena bagiku engkaulah nyawaku
Karena bagiku engkaulah nyawaku 


Putu Edan






Wengi wengi Sodron sing lagi jagongan nek kursi goyange nyeluk putune si Sardot,sg gobloke naudhubillah....

Sodron : le....kowe mbok sinau ben pinter...

Sardot : nggih mbah...

Sodron : sekolah sg pinter koyo konco koncomu...

Sardot : nggih mbah....


Sodron : delok kae Mukri,juminten,markonah...nek sekolah bijine apik apik...

kowe kok elek dewe....

Sardot : nggih mbah....


Sodron : nggah nggih dirungokne tenan ora?


Sardot : halah....simbah kok senenge madak madake aku karo koncoku....

aku wae ora tau madak madake simbah karo koncone simbah...

Sodron : memange opo sg ameh mbok padake aku karo koncoku?


Sardot : lah....konco koncone simbah wes ninggal,mosok simbah durung dewe???


Sodron : #globraakkkk....

kursi goyange ambrok,Sodron kejepet...

 

Senin, 22 Oktober 2012

Kocok dulu Sebelum Minum




Wengi iku Mbah sardot nembe
jagongan karo sodron putune

Sodron crito bab opo wae sing di wulang mau pas ning sekolahan


Mbah sardot sing ngrungo'ke critone

putune nganti ngantuk lan watuk watuk

Sodron: mbah...nopo obat cekoh

(batuk)'ipun mboten di unjuk

malih...nopo rasanipun pait mbah...?

mbah sardot: obat'e ora pait ngger...malah rasa jeruk,simbah doyan banget


sodron: malah skeco mbah...nggih

pun di unjuk malih...kersane enggal saras...

mbah sardot: lhaaa...simbah iki ora masalah rasane ngger...nanging ora

tahan karo petunjuk'e

sodron: pripun tow mbah

petunjuk'e...?

mbah sardot: ning kono di tulis "KOCOK DAHULU SEBELUM MINUM"


sodron: niku kan mpun umum mbah...lajeng masalahipun ing

pundi...?

mbah sardot: kowe kan ngerti dhewe ngger...simbah wis tuwo,yen

sdino simbah ngombe ping
telu,berarti simbah kudu ngocok ping telu...simbah ora mampu ngger...

sodron: hoalaaaaaah mbah... mbah... mbah...   ĞűűűвЯÁƘќќ‧‧.•( Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴͡ ) X_X••Ħa̶̲̥̅̊ďďe̶̲̥̅̊Ħ••X_X( Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴͡ )
 (⌣́_⌣̀) ‎Ħϋ₣₣₣₣ττττ

Jumat, 19 Oktober 2012

Pacar Impian





Ing sak wijining dino sardot lagi sayang sayang'an karo juminten

Masio sayang sayang'ane ning ngisor wit asem,wong 2 mau katon mesra banget


Sardot: Dik...bapak mu tukang listrik yow...?


Juminten: kok ngerti...?


Sardot: mergo tresno mu nyetrum tresno ku...


Juminten: aaaiiissshhh...mas sardot iso wae (ngrikiti benik)

Sardot: Dik...bapak mu.......


Juminten: (nempelno driji ning lambene sardot) Ora penting bapak ku dadi opo mas...sing penting pean iku sukmbhen dadi bapak kanggo calon anak anak'e dhewe...


Sardot: eeaaaa..pean iki iso wae ganti gombali dik...(nggeblak mburi)


Juminten: hehew...mas,aku tak takon...


Sardot: iyo dik,tak wangsuli...


Juminten: kapan pean ameh mulya'no(mensejahterakan) aku?


Sardot: lhoh dik...memang sak suwine iki aku kurang opo karo awak mu...motor enek,mobil enek,emas emas'an enek,perusahaan enek,bahkan omah gedhe magrong magrong ugo enek...


Juminten: iyo bener mas...tapi....


Sardot: tapi opo dik...tak kiro semono iku kabeh wis cukup kanggone dhewe...


Juminten: iyo bener mas...tapi...


Sardot: tapi opo meneh dik...gek ndang ngomong'o...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Juminten: kuwi kabeh kan duwe'e(milik) majikane dhewe mas...mulo yen ngimpi ojo dhuwur dhuwur!!!


Sardot: (nyakar nyakar wit asem)

Warung TERENAK




Dino kuwi sardot lagi mlaku mlaku
ameh ngolek hiburan

nanging tekan

ndalan sardot wetenge luwe(lapar)

banjur sardot mampir ning warung.


sardot: PELAYAN...aku pesen 1 porsi

panganan


sadron (sing dadi pelayan meneng wae)

sardot: (karo rodo jengkel) KOWE BUDEK TO..?


sadron: enten nopo to mas...kok

bengak-bengok???

sardot: AKU IKI LUWE...GAWAK NO

AKU 1 PORSI PANGANAN...CEPET...!!!

sadron.: tapi mas....


sardot: ora usah tapi-tapian CEPET!!!


sadron: ngeh mas...


sardot (kaget): OPO IKI???


sadron: tiros'e(katanya)1 porsi panganan

mas...

sardot: RUNGMANGSAMU AKU IKI

PITHIK OPO...MOK WENEHI KOYO
NGENE IKI..!!!

Sodron: nopo njenengan wau pas

mlebet mboten moco papan jeneng warung mas...

Sardot: JELAS MOCO...MOK KIRO AKU IKI WUTO OPO PIYE...!!!


Sodron: memange sampeyan moco nopo mas...?


Sardot: Jelas "WARUNG MAKANAN TERENAK"


Sodron: mas...pean niku salah maos(moco)...niki mboten WARUNG TERENAK...tapi...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"WARUNG MAKAN TERNAK"


sardot : (Muntah muntah wareg'gen dedeg)
 
 

Kamis, 18 Oktober 2012

Salah Nyulap ...






Sardot ceritane dadi wong cebol rupane ora karuan. terus dia meh nemoni dukun sakti mak Onah sing lagi mertopo ng gunung merapi,numpak jaran kesayangane.

Sardot : mak....tulung wajahku di ubah dadi ganteng koyo lek min hoo...

mak Onah : yo kono kowe muliho,tekan omah wajahmu dadi ganteng...

Tekan omah Sardot kaget ternyata wajahe mirip lek min hoo tenan. tapi iseh kurang,aw

ake cebol.

Sardot : mak...tulungi maneh...awakku ubah dadi gagah perkasa mak...

mak Onah : yo muliho kono....

Ternyata tenan awake gagah perkasa. tapi iseh ono sg kurang maneh,otonge Sardot iseh pendek. akhire Sardot nemoni nak Onah.

Sardot : mak...otongku iseh pendek...tulung diubah koyo jaranku kae mak....

mak Onah : kowe maneh....
tapi iki sg terakhir,nek kowe iseh mrene maneh tak dadekke tumbal kekuatanku ngko...
muliho kono...

Karo semangat Sardot numpak jarane mulih. tapi tekan tengah dalan Sardot nangis karo guling guling...
die nembe kelingan ternyata jarane dia
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
JARAN WEDOK!!!
 
 

Bojo seng ngirit




Sardot sing pengangguran ruwet nduwe bojo jenenge Onah Markonah..

Awale mbojo mono seneng-seneng wae,.jare rasane koyo "surga dunia", tapi suwi-suwi yo bojo endi sing ora nesu yen bendino mung dinafkahi batin tok..


Markonah : "pakne.. njaluk duite yo..ameh tak nggo tuku sabun kumbahan.."


Sardot : "ealah bune..mbok kowe ki ngirit.. Nek pas karo adus kae bekas sabun adusmu dilumpukno trus diwada

hi ember..kan lumayan keno nggo ngumbai.. Wes rasah crewet..aku jupukno mangan bune karo kopi cepet!"

Markonah mlebu omah karo mrengut njupukno mangan Karo nggawe kopi nggo bojone


Sardot : "lhaaa.. iki jenenge bojo tenan,. hahaha.. tapi LHO !! Iki kok sego putih tok ki kepiye?? Endi JANGANE??"


Markonah : "tapi pak...anu.."


Sardot : "Aku ora pengen ngerti!! pokoke aku pengen karo JANGAN !!"


Karo nesu Markonah mlebu omah karo nggowo piring mau.. Ora suwe metu maneh..


Sardot : "lha mbok ngono ket mau.. Mung jangan wae diumpetke.., wah.... kok alot temen bune... iki godong opo jane?"


Markonah : "aku ora duwe duit nggo tuku janganan pakne...."


Sardot : "HAH lha terus iki OPO ??"


Markonah : "aku njaluk PAKAN WEDHUSE mbah Sodron sithik.. Daripada pakne mun..,..."


Sardot : "HOOEEXX... HOOEEXX... CUIH..OOGGHH..

..DIAMPUT !!KAMPRET ANAK LOWO !! Aku dipadhake WEDHUS !! ENDI WEDANGKU??"

Sardot langsung nyruput kopi-ne nganti entek...


Sardot : "ealah.. Bune...bune... kowe ameh wae dadi rondo goro-goro bojomu KESELEK SUKET....tapi..sek..kosek bune...Jare kowe sambat ora duwe duit tapi kok kopine iso LEGI tow.,.lha GULO-ne seko endi ??"


Markonah : "Ngene critane pakne...

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...mbah Sodron kan nduwe penyakit KENCING MANIS.. lha aku mau njaluk ...... "
.
.
Durung rampung crito Sardot semaput !
 

Rabu, 17 Oktober 2012

Susu Formula utowo Asi




Dino iku sardot sing nembe dadi dokter oleh tugas seko kepalane,dadi dokter bantuan neng puskesmas ndeso..

Pasien pertamane jenenge Juminten,sing nggendong bayi cilik kuru,cileren,ketoe kurang gizi..


Sardot : "lare niki biasane mimike susu formula nopo ASI bu?"


Juminten : "ASI pak dokter.."


Sardot : "kok ketoe lare niki kurang gizi bu... Cobi kulo tingali ASI-nipun ibu.."


Juminten manut trus mbukak klambine sithik..

Sardot : "nuwun sewu bu,.kulo cepeng nggeh? Kaliyan ngecek wonten gangguan mboten.."


Juminten bingung tapi yo manut..


Sardot : "sae sae mawon kok bu.. Cobi kulo sedote nggeh..medal mboten ASI-nipun.."


Juminten soyo bingung tapi yo... Manut..


Juminten : "sampun dereng dok?"


Karo klamut klamut Sardot nyauri, "kok mboten medal ASI-nipun bu?"


Juminten : "nggeh jelas mboten medal dok,.wong kulo..

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...SIMBAHE..."
.
.
*sardot merem melek
 
 

Selasa, 16 Oktober 2012

Zodiak Jowo



ZODIAK JOWO

1. Pirgo - Pengggawean sing cocok:

dagang jengkol. Keuangan: dedel
duel.
Asmara: golek sing rodo waras.

2. Akuwarius - Penggawean sing

cocok:
Dodol ondho karo gedhek.
Keuangan:
nyilah-nyilih wae. Asmara: Sedhelo
meneh jomblo, dikepret calon
mertuwo.

3. Piskes - Penggawean sing cocok:

mikuli galon, mangkal ngojeg ning
protelon. Keuangan: Ledeh
kabeh,kakehan petingsing. Asmara:
ditolak meneh.

4. Ariyes - Penggawean sing cocok:

ngedusi wedhus. Keuangan: kakehan
utang, gaji kepotong terus. Asmara:
benakno disik raimu.

5. Tawurus - Penggawean sing

cocok:
Ngarit pakan wedhus karo dagang
akik.
Keuangan: kapusan konco dewe.
Kudu
diruwat. Asmara: ga payu payu,
ganti
pelet-e.

6. Gemini - Penggawean sing cocok:

Nyuloh welut, bekicot. Keuangan:
kurangajar, ngedoli warisan
mertuwo.
Asmara: ra jelas...pacare kono-kene,
mbuh sing endi.

7. Kanser - Penggawean sing cocok:

Macul, matun. Keuangan: sekarat,
nyedhaki bangkrut. Asmara: ra ono
sing gelem, modal tipis.

8. Leyo - Penggawean sing cocok:

nyebleki tukang jamu. Keuangan:
ribet
tenan, ra gablek tenan. Asmara: ati2
kepelet, karo dukun.

9. Libra - Penggawean sing cocok:

ngorek-ngorek sampah yen ora
Tukang beling. Keuangan: ra becus
golek duit. Asmara: malem minggu
mengko pacarmu nyidam oblok-
oblok
petei.

10. Sekorpio - Penggawean sing

cocok:
Mbenakno genthenge tanggamu.
Keuangan: podo karo wingi bokek,
Asmara: duwe pacar penyakitan

11. Sagitariyus - Penggawean sing

cocok: Ngresiki kolam, yen ono
wektu
nyopeto ning pasar. Keuangan:
bojomu ngadat njaluk tambahan
duit
dapur. Asmara: ditempilingi wae
karo
bojomu,ja jal takon karo dukun!

12. Kaprikorn - Penggawean sing

cocok:
Dagang kerupuk Keuangan:
Nguwatirake, waspada debt
kolektor!
Asmara: hambar, pacarmu njaluk
berlian, ajur mumur
 

Senin, 15 Oktober 2012

Golek Duwit Seng Okeh

Sodron lan sardot iku konco cs.wong 2 podo curhat

Sodron :bro awak'e dewe kok nasibe soro wae yo..arep udud wae bingung

Sardot :wes piye maneh ..awak'e dewe di takdirke dadi wong susah.golek gawean susah,arep mangan susah,ndilalah golek tegesan rokok gawe tombo kecut kok yo susah,untung wae nguyuhku ora melu susah..hahaha..

Sodron :ojo guyon to ah..piye bro mengko bengi dadi maling wae.kae lho
omahe mukri..

Sardot :dingaren otakmu pinter dron..yowis ngko bengi langsung beraksi yo..supoyo adil hasile di dundum podo..

Bengine..

Sodron :sak'iki wis tekan buri omahe mukri sak'iki ndi linggise

Sardot :gawe opo dron

Sodron :gawe bobol tembok..

Sardot :ojo ah..tembok apik apik kok di bobol..eman eman dron..kowe sesuk nak nambal ora cukup semen 3 sak lho..

Sodron :awak'e dewe ki maling dot..dadi wis ora urusan soal tembok.sing penting awak'e dewe isoh mlebu..

Sardot :mlebu lewat lawang ngarep wae po..

Sodron :awak'e dewe iki maling uduk tamu wedhus

Sardot :dron bobole tembok teruske ngko awan piye? Iki wis jam 2 bengi lho dron..petenge eram..

Sodron :asli suwe suwe tak gebuk linggis dewe lho kowe nak kakean crewet..opo ono maling di teruske sesuk awan..wis sak'iki tembok'e wis bobol,awak'e dewe njuk mlebu..ayo cepetan..

Sardot :aku tak jupuk kulkas yo dron..aku isin e bendino arep ngombe es mung golek utangan wae

Sodron : iyo,mengko tak iwangi ngeblekno nang sirahmu..njupuk barang ki SENG ENTENG TAPI DADI DUIT AKEH

Sardot :iyo iyo..ngono wae nesu..

Esuk'e

Sodron : kowe eling opo ora karo omonganku ndek bengi kowe tak kongkon jupuk opo?

Sardot :eling..njupuk BARANG SING ENTENG TAPI DADI DUIT AKEH..

Sodron :sip kowe ancen pinter..sak'iki supoyo adil hasil bagi rata..iki aku jupuk kalung, gelang,hp..gelang karo hpne kowe kalunge aku.adil tow..terus ndi hasilmu gowo rene di bagi sing adil

Sardot :nyoh iki hasilku olihe njupuk barang mau bengi

Sodron :opo iki..

Sardot :iku BUKU PANDUAN BERMAIN SULAP..mengko nak wis pinter nyulap duit sing akeh..

sodron kejet kejet

Kupu-Kupu Malam



Oma sakit dibawa ke dokter umum oleh opa… 
sampai di sana pasien yang antri banyak sekali.
Opa bosan, akhirnya opa membawa oma ke dokter hewan. 
Waktu masuk,
 Dokter bertanya, “Binatang apa yangsakit opa?”
Opa jawab, “Oma yang sakit dok…”
Dokter bilang, “Loh…! Di sini dokter hewan opa bukan dokter umum.”
Opa jawab, “Gak apa-apa dok! Periksa saja, karena oma ini dulunya kupu-kupu malam.”

Minggu, 14 Oktober 2012

Cinta Suci




hidup ini takkan indah tanpa kau ada dihati

ceria ini takkan ada tanpa kau ada disisi

kekasihku kau bunga mimpiku

tiada yang lain hanya dirimu

yang kusayang dan slalu kukenang

kan slalu bersama dalam suka dan duka

dirimu satu yang kumau

takkan lagi ada selain dirimu

cinta suci hanyalah untukmu

dengarlah kasih...kaulah dambaanku

walau 'kan datang badai menghadang

kita 'kan slalu bersama

tetap satu dalam cinta

tiada yang mampu merubah

wajah manis yang lembut dan ayu

bagaikan untaian mutiara

takkan kulepas hingga akhir masa

kan slalu bersama dalam suka dan duka

Photo